Home   Events   Seminar Tupperware

Seminar Tupperware

Seminar “Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Membawa Bekal ke Sekolah”

Pada hari Kamis, 21 April 2016, bertepatan dengan hari Kartini, tupperware mengadakan seminar. Acara ini diselenggarakan di Aula BPK Penabur Kota Modern, pukul 09.00-11.00. Jumlah peserta sekitar 100 orangtua murid sekolah dasar. Dan sekitar 20 guru. Seminar ini dipimpin oleh MC sekaligus moderator Mia dan narasumber oleh Dr. Rose Mini A.P.,M.Psi (sebagai psikolog anak) dan Veronica Dameyanti S.Gz (sebagai ahli gizi). Selain informasi mengenai dampak positif membawa bekal ke sekolah, acara juga berisi talkshow, pembagian snack, dan door prize. Peserta yang datang, mengisi form registrasi, dibagikan snack box dan botol minum dari tupperware. Peserta juga diberikan  kesempatan untuk bertanya kepada narasumber, dan langsung mendapat hadiah 2 buah buku dari bunda RoMi (sapaan akrab Dr. Rose Mini).

Setelah seminar, ada doorprize untuk 10 orang peserta yang beruntung. Masing-masing mendapatkan hadiah langsung dari tupperware. Ada yang mendapat kotak makan, toples kue, dan kontainer cukup besar. Dalam acara doorprize, diselingi dengan demo produk, yaitu alat menggiling kacang. Dan kacang itu dibuat menjadi bola-bola kacang coklat. Beberapa murid yang diajak oleh orangtua mereka dalam seminar tersebut, diberikan bola coklat kacang. Selanjutnya ada beberapa produk dari tupperware yang dapat langsung dibeli oleh peserta seminar, dengan promo diskon yang sedang berlaku hingga akhir bulan April 2016 ini.

Inti dari seminar tersebut adalah, begitu penting menyiapkan bekal sekolah untuk anak sedini mungkin. Sehingga akan terbentuk kebiasaan untuk tidak jajan sembarangan. Bekal yang disiapkan tentu lebih sehat, higienis, dan uang yang keluar tidak banyak. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar anak lebih menyukai bekal yang dibawa dari rumah, antara lain :

  1. Kenali atau milikilah potret kebutuhan dan makanan kesukaan anak.
  2. Tidak menyediakan makanan dengan porsi berlebihan atau sesuaikan dengan porsi lambung anak.
  3. Variasikan bekal yang dibawa anak, bukan menu yang itu-itu saja.
  4. Gunakan kata-kata yang positif, agar anak mau menghabiskan bekal. Tanamkan terus kesadaran pada anak, bahwa bekal yang dibawa lebih enak dan lebih sehat dibandingkan beli di luar.
  5. Bukakan pikiran anak agar mau mengumpulkan uang jajannya untuk dipakai membeli barang yang lebih berguna (misalnya alat tulis, buku bacaan favorit, atau mainan).

 

 

  • Christiana Pratama, S.Psi –
 

Share